Senin, 17 September 2018

Bupati Ngawi Berikan Dukungan Lomba Hunting Foto di Museum Kampoeng

Bupati Ngawi Berikan Dukungan Lomba Hunting Foto di Museum Kampoeng
Cak Soen dan Bupati Ngawi dalam acara Lomba Hunting Foto Museum Kampoeng, Minggu (16/09/2018). Foto-Dok. Panitia
NGAWI — ​Lomba hunting foto di Museum Kampoeng Cak Soen Desa Tempuran telah sukses diadakan kemarin pada hari Minggu (16/09/2018).
Acara tersebut melibatkan banyak pihak terutama pegiat fotografi Ngawi dan berhasil menyedot ratusan orang untuk datang dan mengunjungi museum.
Tidak seperti museum pada umumnya. Museum yang diresmikan dan dibuka untuk umum pada November 2017 lalu ini merupakan museum keluarga, dengan berbagai koleksi mobil antik, motor antik dan terdapat kebun binatang kecil di belakang bangunan.
Rencananya museum ini akan terus dikembangkan oleh Cak Soen menjadi tempat yang nyaman agar pengunjung bisa betah berlama-lama.
Salah satu yang dilakukan tentunya dengan mengenalkan museum ini kepada semua orang dengan lomba hunting foto yang diadakan kemarin. Menurut Cak Soen, keberadaan museum memang belum mendapat dukungan dari pihak terkait.
Tak disangka, acara lomba hunting foto kemarin berhasil menarik minat Bupati Ngawi untuk datang dan menyaksikan kemeriahan acara yang sedang berlangsung. Bupati Ngawi berikan dukungan, lomba hunting foto di museum kampoeng Cak Soen. 
Pemilik Museum Cak Soen (Suntoro Haryono) dan Bupati Ngawi berfoto disalahsatu Mobil Koleksi Museum Cak Soen
“Museum Kampoeng Cak Soen ini merupakan tempat yang hebat, terdapat banyak koleksi motor dan mobil antuk serta ada pula kebun binatang kecil di taman belakang museum, ada juga kolam renang,” ungkap Budi Sulistyono.
Bupati Ngawi Berikan Dukungan Lomba Hunting Foto di Museum Kampoeng. Dengan hadirnya bupati Ngawi di acara yang digagas teman-teman fotografer Ngawi ini tentu saja dapat menjadi suntikan motivasi untuk mengangkat nama useum Kampoeng itu sendiri.
Bupati Ngawi juga mengungkapkan akan membantu mengenalkan keberadaan museum ini secara masif dan selalu mendukung kegiatan positif yang ada di Ngawi.
​“Dengan diadakannya lomba hunting foto ini diharapkan ke depan, kunjungan ke museum Kampoeng semakin bertambah dan para peserta lomba bisa membantu Cak Soen untuk melakukan publikasi di medsos, museum ini dapat dilihat banyak orang,” imbuhnya.
Cak Soen sendiri selaku pemilik museum, menpersilakan bila nanti ada yang berkunjung, menggunakan museum untuk lokasi pre wedding, atau wedding party. Pihaknya juga menyiapkan beberapa kostum ala ndeso untuk menunjang hasil foto.
Sejauh ini untuk berkunjung ke museum kampoeng Cak Soen belum diberlakukan tiket masuk. Hanya saja seyogyanya para pengunjung mengisi kotak untuk dana kebersihan yang telah disediakan.
Sementara itu, Heru, salah satu panitia mengungkapkan bahwa ​kesuksesan acara kemarin tidak lepas dari kerja keras panitia lomba dan seluruh pihak yang mendukung.
“Kita para panitia sangat senang acara berjalan dengan lancer, acara ini juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar menghargai sejarah lewat museum,” ujar pemilik Cicak Style Photography ini.
Ada bermacam doorprize yang disediakan panitia dalam acara kemarin, seperti Ponsel pintar, Power Bank, dan Sepeda gunung. Seperti informasi panitia, pemenang lomba hunting foto akan diumumkan minggu depan. (Fri/cse)


Jumat, 14 September 2018

Museum Kampoeng Cak Soen

Museum Kampoeng Cak Soen
Museum Kampoeng Cak Soen Tempuran, Paron. Foto-Hikma
PARON – Ketika kita berbicara sebuah destinasi wisata yang antik, unik, dan asri, ada satu lokasi yang menarik untuk kita kunjungi. Museum Kampoeng Cak Soen. Iya, itulah salah satu destinasi wisata yang berupa Rumah Adat Jawa Timur dengan berbagai hal menarik di dalamnya.
Rumah Adat yang berlokasi di Jl. Poros RT 04 RW 1 Dusun Tempuran, Desa Tempuran, Kecamatan Paron ini dibangun pada tahun 1921 oleh pasangan Marto Haryono dan Isminah. Rumah yang menempati lahan seluas 9000 m2 itu kemudian direnovasi oleh sang anak Drs. H. Soentoro Haryono, M.M. yang saat ini telah menjadi tempat rekreasi yang asri, lestari, dan nyaman pada 2010 lalu. Ide awalnya agar rumah itu bisa dinikmati dan dirasakan oleh masyarakat banyak.
Museum Kampoeng Cak Soen ini memiliki empat bangunan yaitu di bagian depan berupa pendopo, bagian tengah sebagai ruang keluarga, samping sebagai lumbung padi, dan di bagian belakang dijadikan tempat tinggal. Di bagian lain dibuatlah kolam pemancingan, ruang museum mobil-mobil dan sepeda motor antik yang semuanya masih terawat dengan baik, juga ada dokar. Selain itu juga ada tempat penangkaran rusa totol (Axis axis), burung merak (Pavo Cristatus), dan kambing. Ada pula sawah dan lahan untuk berkebun.

Museum Kampoeng Cak Soen

Foto. Dok Griya Asri

Museum Kampoeng Cak Soen

Foto. Dok Griya Asri
Khusus untuk kolam pemancingan, sang pemilik secara rutin menyelenggarakan lomba memancing dengan berbagai hadiah yang menarik. Pada saat lomba memancing itu puluhan orang yang datang dan pulang dengan hadiah-hadiah yang diraihnya dari hasil memancing ikan.
Informasinya, rumah ini akan dilengkapi rumah makan dan tempat resepsi pernikahan dengan konsep party garden, sehingga para pasangan pengantin tidak hanya menyelenggarakan resepsi pernikahannya di gedung-gedung yang terasa monoton.
Nah, untuk sebuah wisata edukasi dan unik, tempat ini merupakan sebuah pilihan buat kamu yang suka traveling yang ingin suasana segar, koleksi antik, bermain dengan rusa, ataupun memancing ikan. Museum Kampoeng Cak Soen Desa Adat Jawa Timur Desa Tempuran ini lengkap sebagai wisata pilihan kamu.(kn/cse)

Jumat, 17 Agustus 2018

SMA 1 Ngawi Kunjungi Museum Cak Soen

Didalam kemeriahan hari kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2018, ada kemeriahan tersendiri di Museum Caksoen, Siwa Siswi SMA 1 Ngawi selepas Upacara memperingati hari kemerdekaan RI yang ke 73 mendatangi museum beramai-ramai.

Suasana hangat dan penuh keceriaan tergambar melalui foto-foto mereka di muceum Cak Soen, terlihat berfoto di icon halaman depan museum, dan halaman dalam museum sambal menaiki kendaraan antic khas koleksi museum.

Dengan hadirnya siswa siswi ini diharapkan generasi muda Indonesia mencintai budayanya sendiri begitupun dengan rasa cintanya terhadap adat dan istiadat daerahnya.

Selamat Hari Kemerdekaan RI ke 37, Jaya Selalu Indonesia KU.